Saham

Dolar AS Melemah Tipis Pasca Data Inflasi AS

122
×

Dolar AS Melemah Tipis Pasca Data Inflasi AS

Share this article
Dolar AS Melemah Tipis Pasca Data Inflasi AS
Dolar AS Melemah Tipis Pasca Data Inflasi AS

Pada akhir pekan ini, dolar AS mengalami pelemahan setelah data menunjukkan perlambatan inflasi di Amerika Serikat bulan lalu. Perlambatan ini meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan memulai pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Dolar awalnya mengalami pelemahan terhadap yen Jepang, yang merupakan pasangan mata uang yang sangat responsif terhadap data ekonomi AS. Meskipun demikian, Greenback kemudian menguat dan diperdagangkan stabil hari ini. Fokus investor masih tertuju pada selisih suku bunga yang signifikan antara AS dan Jepang.

Pasar juga memantau dengan cermat potensi intervensi otoritas Jepang terhadap penguatan yen mereka. Dalam bulan terakhir, dolar AS mengalami kenaikan sekitar 1,9% dan 5,9% secara bulanan dan kuartalan terhadap yen.

Data terbaru menunjukkan bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang merupakan ukuran inflasi yang diandalkan oleh Federal Reserve, stagnan pada bulan lalu setelah kenaikan 0,3% di bulan April. Secara tahunan, indeks ini naik 2,6%, turun sedikit dari kenaikan 2,7% di bulan sebelumnya.

Boris Kovacevic dari Convera di Wina, Austria, mengomentari bahwa laporan PCE mengonfirmasi tren disinflasi yang sedang berlangsung, sejalan dengan data CPI dan PPI awal bulan ini.

Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga dan Pengaruhnya terhadap Pasar

Data inflasi terbaru mempengaruhi ekspektasi pasar terkait kebijakan Federal Reserve. Perhitungan LSEG menunjukkan bahwa kemungkinan pemangkasan suku bunga pada bulan September naik menjadi sekitar 67%, meningkat dari sekitar 65% sehari sebelumnya. Pasar juga memproyeksikan satu atau dua kali penurunan suku bunga sebesar 25bps setiap tahunnya dalam tahun ini.

Sentimen dan Data Tambahan

Pada hari Kamis, data menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di Midwest melebihi perkiraan, memberikan sedikit dukungan tambahan bagi dolar. Indeks manajer pembelian (PMI) Chicago melonjak menjadi 47,4 dari 35 di bulan Mei, melampaui proyeksi ekonom sebesar 40.

Sentimen konsumen Universitas Michigan juga menunjukkan angka 68,2 untuk bulan Juni, yang lebih tinggi dari perkiraan, memberikan dukungan tambahan bagi dolar. Responden survei sentimen memperkirakan ekspektasi inflasi jangka pendek dan panjang berada pada level 3%.

Prospek Pasar dan Fokus ke Depan

Para investor sekarang akan memusatkan perhatian pada laporan nonfarm payrolls AS minggu depan, yang diharapkan menunjukkan penambahan 195.000 pekerjaan pada bulan Juni. Hal ini akan memberikan gambaran lebih jelas terkait kesehatan pasar kerja AS dan potensi kebijakan selanjutnya dari Federal Reserve.

Perkembangan Mata Uang Lainnya

Euro menguat tipis sebesar 0,1% menjadi $1,0709. Mata uang ini mengalami penurunan bulanan terbesar sejak Januari, terpengaruh oleh ketidakpastian politik menjelang pemilihan umum di Perancis.

Terhadap franc Swiss, dolar AS stabil pada 0,8986 franc. Selain data ekonomi, pelaku pasar juga mengawasi perkembangan politik di AS, terutama terkait dengan pilihan presiden dan potensi kebijakan tarif impor yang dapat mempengaruhi nilai dolar.

Dalam keseluruhan, pasar tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi dan kebijakan di AS yang dapat mempengaruhi pergerakan dolar dalam beberapa bulan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ask Price: Pengertian, Faktor, Tips, Strategi
Saham

Kuasai seni trading dengan memahami ask price, bid price, spread bid-ask, order book, dan likuiditas pasar. Pelajari cara menganalisis pasar dan membuat keputusan trading yang menguntungkan.